Pertemuan 2 Lab Teknik II

Sabtu, 25 Maret 2017




Dipertemuan ini dijelaskan tentang pengertian jaringan komputer dan media transmisinya. berikut penjelasnnya. Jaringan komputer adalah sistem yang menghubungkan 2 komputer atau lebih dengan alat media transmisi dan ip address untuk berbagi sumber daya. Untuk  media transmisi dibagi 2 yaitu wired dan wireless. 
  • Media transmisi wired 
Media transmisi wired adalah media transmisi yang menyediakan jalur transmisi sinyal yang terbatas secara fisik, meliputi twisted-pair cable, coaxial cable (kabel koaksial) dan fiber-optic cable (kabel serat optik). 
  1. twisted-pair cable
twisted-pair cable sebuah kabel yang terdiri dari beberapa dawai kawat tembaga yang digabungkan menjadi satu dengan cara dipilin atau dibelit enam kali per-inchi membentuk spiral. Jenisnya ada kabel UTP dan FTP.

a. Unshielded Twisted Pair (UTP)
kabel jaringan Twisted Pair yang populer dengan nama UTP ini harus disambungkan dengan konektor 8P8C yang biasa disebut istilah RJ-45 (RJ=register Jack).
Kabel UTP ini merupakan jenis kabel Twisted Pair yang paling populer di kalangan pengguna jaringan LAN (Local Area Network).
b. Shielded Twisted Pair (STP)
Keuntungan menggunakan kabel STP adalah lebih tahan terhadap interferensi gelombang elektromagnetik baik dari dari dalam maupun dari luar. Kekurangannya adalah mahal, susah pada saat instalasi (terutama masalah grounding), dan jarak jangkauannya hanya 100m . kabel jaringan Twisted Pair yang populer dengan nama STP ini harus disambungkan dengan konektor RJ-11 (RJ=register Jack).
  1. coaxial cable (kabel koaksial)

Kabel Koaksial adalah kabel yang memiliki dua buah konduktor, konduktor yang pertama copper ditengahnya( pusat inti ) terbuat dari tembaga yang keras yang dilapisi dengan isolator, konduktor yang kedua melingkar di luar isolator pertama dan tertutup dengan insulator luar. Jenis kabel ini biasanya digunakan untuk topologi Bus.
Ada dua jenis tipe kabel koaksial yaitu :
  • Kabel koaksial thin (RG-58) disebut juga dengan 10Base2 (thinnet) . dimana angka 2 menunjuk pada panjang maksimum untuk segment kabel tersebut adalah 200 meter, namunkenyataannya hanya samapai 185 meter.
  • Kabel koaksial thick (RG-8) disebut juga dengan10Base5 (thicket), dengan spaseifikasi teknis :
Spesifikasi Teknis dari kabel ini adalah :
– Mampu menjangkau bentangan maksimum 500 meter.
– Impedansi terminator 50 Ohm.
– Membutuhkan Transceiver sebelum dihubungkan dengan komputer
  1. fiber-optic cable (kabel serat optik)
Kabel Fiber Optik adalah teknologi kabel terbaru. Terbuat dari glas optik. Di tengah-tengah kabel terdapat filamen glas, yang disebut “core”, dan di kelilingi lapisan “cladding”, “buffer coating”, material penguat, dan pelindung luar.Informasi ditransmisikan menggunakan gelombang cahaya dengan cara mengkonversi sinyal listrik menjadi gelombang cahaya. Transmitter yang banyak digunakan adalah LED atau Laser.
Jika diklasifikasikan menurut aplikasi standar, jenis-jenis kabel fiber optik dibedakan menjadi beberapa tipe. Berikut ini diantaranya :
  1. Tight Buffer (Indoor/Outdoor)
  2. Breakout Cable (Indoor/Outdoor)
  3. Aerial Cable/Self-Supporting
  4. Hybrid & Composite Cable
  5. Armored Cable
  6. Low Smoke Zero Halogen (LSZH)
  7. Simplex cable
  8. Zipcord cable 


  • Media transmisi wireless
 Media transmisi wireless merupakan jaringan yang menggunakan sistem gelombang. Pada  media wireless disediakan alat untuk mentransmisikan data namun tidak mengendalikannya. Yang termasuk  Media transmisi wireless diantaranyanya :a. Infrared
Teknologi infrared adalah teknologi pertama dan paling memasyarakat, sudah sangat umum yang terdapat dipengendali yang beredardi pasaran, misalnya remote tv. Konsorsium yang mengatur dan megurusi infrared adalah IrDA) Infrared Data Associate,  memiliki panjang gelombang sekitar 875 nm. Ada dua versi yaitu versi 1.0 memiliki kecepatan dari 0,576 hingga 115,2 kbps, sementara versi 2.0 memiliki kecepatan 0,576 hingga 1,152 Mbps.Kekurangan Infrared : Setiap devices harus terarah dan “bertatap muka” langsung karena infrared menggunakan sinyal terarah dan biasnya hanya 30 derajat. Teknologi yang cukup tua, kecepatan yang sangat terbatas. Jarak yang sangat terbatas dan tidak flesibel.
b. Bluetooth
Bluetooth adalah sebuah teknologi komunikasi wireless (tanpa kabel) yang beroperasi dalam pita frekuensi 2.4 Ghz unlicensed ISM (industrial,scientfic dan medical) dengan menggunakan sebuah frequency hopping tranceiver yang mampu menyediakan layanan komunikasi data dan suara secara real-time antara host-host bluetooth dengan jarak jangkauan layanan yang terbatas (sekitar 10 meter).Bluetooth dapat berupa card yang bentuk dan fungsinya hampir sama dengan card yang digunakan untuk wireless local area network (WLAN) dimana menggunakan frekuensi radio standar IEEE 802.11.
c. Wi-Fi
Wifi adalah teknologi jaringan broadband yang membuat kita bisa menghubungkan berbagai jenis alat komputer dan berbagi koneksi internet di udara.Standar terbaru dari spesifikasi 802.11a atau b,seperti 802.16g.WIFI dirancang berdasarkan spesifikasi IEEE 802.11
Spesifikasi          Kecepatan       Frekuensi
802.11b             11 Mb/s           2.4 Ghz
802.11a             54 Mb/s           5 Ghz
802.11g             54 Mb/s           2.4 Ghz
802.11n             100 Mb/s         2.4Ghz
d. Satelit 
e. sellular

Konfigurasi Pemasangan Kabel UTP

Diatas tadi adalah penjelasan mengenai media transmisi. Dan yang akan kita bahas sekarang adalah media trasmisi wired yang menggunakan kabel UTP. Pertama kita akan bahas mengenai konfigurasi pemasangan kabelnya. Ada dua macam yaitu straight dan cross.

Urutan-Warna-Kabel-UTP-Tipe-Straight-dan-Crossover
konfigurasi straight biasa dipakai untuk menghubungkan antar dua alat yang berbeda. Misal komputer dengan router. Sedang untuk cross digunakan untuk menghubungkan dua alat yang sama. Misal komputer dengan komputer yang lain. Dan kalau kita lihat dari gambar di konfigurasi cross, ada dua pasang kabel yang tidak bertukar tempat. hal tersebut disebabkan dua pasang kabel tersebut adalah sumber tegangan DC. dan kita ketahui bersama bahwa sumber tegagan DC itu tidak boleh terbalik pemasangan kutupnya.


 IP Address

(Internet Protocol Address atau sering disingkat IP) adalah deretan angka biner antara 32 bit sampai 128 bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan internet. Panjang dari angka ini adalah 32bit (untuk IPv4 atau IP versi 4), dan 128 bit (untuk IPv6 atau IP versi 6) yang menunjukkan alamat dari komputer tersebut pada jaringan Internet berbasis TCP/IP.

Pembagian Kelas IP Address

IP address versi 4 terdiri atas 4 oktet, nilai 1 oktet adalah 255. Karena ada 4 oktet maka jumlah IP address yang tersedia adalah 255 x 255 x 255 x 255. IP address sebanyak ini harus dibagi-bagikan keseluruh pengguna jaringan internet di seluruh dunia. Untuk mempermudah proses pembagiannya, IP address harus dikelompokan dalam kelas-kelas.
IP address dikelompokan dalam lima kelas, yaitu kelas A, B, C, D, dan E. Perbedaannya terletak pada ukuran dan jumlah. IP address kelas A jaringan. IP address Kelas B digunakan untuk jaringan berukuran besar dan sedang. IP address Kelas C untuk pembagian jaringan yang banyak, namun masing-masing jaringan memiliki anggota yang sedikit. IP address Kelas D dan E juga didefinisikan, tetapi tidak digunakan dalam penggunaan normal, kelas D diperuntukan bagi jaringan multicast, dan E untuk Eksperimental.
Pembagian kelas-kelas IP address didasarkan pada dua hal, yaitu Network ID dan Host ID dari suatu IP address Setiap IP address selalu merupakan pasangan network ID (Identitas Jaringan) dan Host ID (Indentitas Host dalam suatu jaringan).
Masing-masing komputer atau router di suatu jaringan Host ID nya harus unik dan harus berbeda dengan komputer yang lain. Gambar dibawah ini memperlihatkan pembagian kelas IP address.

pembagaian-kelas-ip-address
Kelas A
Format : 0nnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh.hhhhhhhh (n = Net ID, h = Host ID)
Bit Pertama : 0
Panjang Net ID : 8 bit (1 oktet)
Panjang Host ID : 24 bit (3 oktet)
Oktet pertama : 0 – 127
Range IP address : 1.xxx.xxx.xxx.sampai 126.xxx.xxx.xxx (0 dan 127 dicadangkan)
Jumlah Network : 126
Jumlah IP address : 16.777.214
IP kelas A untuk sedikit jaringan dengan host yang sangat banyak. cara membaca IP address kelas A misalnya 113.46.5.6 ialah Network ID :113, Host ID = 46.5.6
Kelas B
Format : 10nnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh (n = Net ID, h = Host ID)
2 bit pertama : 10
Panjang Net ID : 16 bit (2 oktet)
Panjang Host ID : 16 bit (2 oktet)
Oktet pertama : 128 – 191
Range IP address : 128.0.0.xxx sampai 191.255.xxx.xxx
Jumlah Network : 16.384
Jumlah IP address : 65.534
Biasa digunakan untuk jaringan besar dan sedang. dua bit pertama selalu di set 10. 16 bit selanjutnya, network IP kelas B dapat menampung sekitar 65000 host.
Kelas C
Format : 110nnnnn.nnnnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh (n = Net ID, h = Host ID)
3 bit pertama : 110
Panjang Net ID : 24 bit (3 oktet)
Panjang Host ID : 8 bit (1 oktet)
Oktet pertama : 192 – 223
Range IP address : 192.0.0.xxx sampai 255.255.255.xxx
Jumlah Network : 2.097.152
Jumlah IP address : 254
Host ID adalah 8 bit terakhir, dengan IP kelas C, dapat dibentuk sekitar 2 juta network yang masing-masing memiliki 256 IP address Tiga bit pertama IP address kelas C selalu berisi 111 dengan 21 bit berikutnya. Host ID ialah 8 bit terakhir.
Kelas D
Format : 1110mmmm.mmmmmmmm.mmmmmmmm.mmmmmmmm
4 Bit pertama : 1110
Bit multicast : 28 bit
Byte Inisial : 224-247
Deskripsi : Kelas D adalah ruang alamat multicast
Kelas ini digunakan untuk keperluan Multicasting. 4 bit pertama 1110, bit-bit berikutnya diatur sesuai keperluan multicast group yang menggunakan IP address ini. Dalam multicasting tidak dikenal network bit dan host bit.
Kelas E
Format : 1111rrr.rrrrrrrr.rrrrrrrr.rrrrrrrr
4 bit pertama : 1111
Bit cadangan : 28 bit
Byte inisial : 248-255
Deskripsi : Kelas E adalah ruang alamat yang dicadangkan untuk keperluan eksperimental.
Demikian ulasan pengertian ip address, fungsi, jenis, dan pembagian kelas ip address untuk kita ketahui pada jaringan komputer.

Pada akhirnya saya menarik kesimpulan dari kelas-kelas IP Address diatas bahwa yang perlu diperhatikan adalah net id yang ada di depan. Dan kalau semakin besar bilangannnya maka semakin sedikit host nya atau usernya. Tapi jika kita rubah subnet mask nya maka ketentuan tadi bisa tidak berlaku lagi. 
 

Comments